BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Penegasan Mengenai Judul
Sebuah sapu lidi pun akan berantakan bila tidak diikat dengan erat, begitu pula mengikat rasa persatuan dan kesatuan di antara berjuta-juta penduduk Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Semangat persatuan dan kesatuan pada masa memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan sudah jarang nampak. Seakan nilai-nilai Pancasila sudah tidak mampu lagi bertahan di dalam diri jiwa rakyat Indonesia. Kekuatan sebuah dasar negara kini semakin berkurang, ini dikarenakan maraknya tindak separatisme di berbagai daerah pelosok nusantara. Indonesia layaknya sebuah kayu tua yang semakin lama semakin keropos.
Mungkinkah Indonesia lambat-laun hancur akibat ulah rakyatnya sendiri. Lalu bagaimana menanamkan nilai-nilai Pancasila di jiwa rakyat Indonesia sehingga situasi kearah disintegrasi bangsa dapat dihindari. Oleh karena itu, perlu adanya pembabakan lebih dalam mengenai pentingnya nilai-nilai Pancasila dan bagaimana mempertahankannya ditengah maraknya upaya-upaya separatisme.
I.2 Alasan Pemilihan Judul
Separatisme selalu dipahami sebagai gerakan yang bersifat politis untuk mendapatkan kedaulatan dan memisahkan suatu wilayah atau kelompok manusia (biasanya kelompok dengan kesadaran nasional yang tajam) dari satu sama lain (atau suatu negara lain). Istilah ini biasanya tidak diterima para kelompok separatis sendiri karena mereka menganggapnya kasar, dan memilih istilah yang lebih netral seperti determinasi diri. Itu sebabnya separatisme di Indonesia selalu bertujuan serupa, memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Memisahkan diri bisa terjadi akibat kurang dimaknainya Pancasila yang merupakan konsep The Founding Fathers bangsa ini.
Kerusuhan, kekerasan dan permusuhan, hampir mewarnai seluruh aktivitas masyarakat. Apalagi, situasi dunia juga penuh gejolak dan ketidakpastian. Ada kecemasan besar, disertai kegamangan, disorientasi dan pesimisme rakyat. Bahkan, sebagian kalangan dunia meramalkan Indonesia akan mengalami disintegrasi bangsa dan kemudian runtuh. Separatisme bukan gejala biasa perlu penanganan serius apalagi sifatnya kini sudah semakin menguat dan meluas, jadi baik bagi kita untuk memahami lebih dalam agar mampu menyikapi dengan bijak.
I.3 Tujuan Research yang Diselenggarakan
Situasi dan kondisi bangsa ini kini semakin collapse, sehingga perlu adanya langkah cepat, tepat dan bijak terutama pemerintah. Penting adanya sebuah keputusan yang diharapkan mampu membawa situasi dan kondisi bangsa ini menjadi stabil.
Bertolak belakang dari itu semua, penelitian ini bertujuan :
1. Mengetahui latar belakang dari maraknya isu separatisme di Indonesia.
2. Menjelaskan secara rinci arah dan tujuan dari upaya separatisme yang dilakukan berbagai macam pihak.
3. Menjelaskan langkah-langkah strategis Indonesia dalam kebijakan menangani isu separatisme yang berkembang belakangan ini.
I.4 Sistematika
Pada karya ilmiah ini, penulis akan menjelaskan hasil penelitian yang telah dilakukan mulai dari Bab Pendahuluan. Bab ini akan menjelaskan penegasan mengenai judul, alasan penulis memilih judul, tujuan research yang diselenggarakan dan sistematika.
Kemudian pada bab berikutnya penulis akan memberikan analisa landasan teori , analisa hasil-hasil, penampilan anggapan, pernyataan hipotesa dan hasil yang diharapkan. Pada Bab ketiga penulis akan menganalisa dan menetapkan methode-methode yang akan digunakan dengan sample, prosedur sampling, dan juga methode dan prosedur pengelolaan data serta prosedur penganalisaan data.
Bab keempat merupakan pengumpulan dan penyajian data baik secara singkat, table, ataupun disajikan melalui diagram/grafik. Dan pada Bab kelima penulis mencari analisa data melalui analisa statistik, kualitatif, komparatif serta kesimpulan dari analisa yang sudah dilakukan.
Bab keenam adalah bab terakhir dalam karya ilmiah ini. Pada bagian ini penulis memaparkan kembali tentang masalah yang dialami, dan menerangkan kembali methode-methode yang digunakan, selain itu pada bab ini penulis juga mengutarakan kembali penggarapan masalah serta mengharapkan pemerintah,agar segera mengambil tindakan kebijakan dalam menangani isu separatisme di Indonesia, dan untuk kita sebagai pembelajaran akan pentingnya menjaga nilai persatuan dan kesatuan yang sebagaimana tertuang dalam Pancasila.
BAB I I
ANALISA LANDASAN TEORI
Analisis yang diambil berdasarkan kerangka pemikiran yang telah diungkapkan adalah model analisis deskriptif, untuk melihat arah dan tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut :
Dari alur diatas kita dapat memahami persoalan untuk sampai pada suatu langkah-langkah untuk mengatasi masalah tersebut dan penggambarannya sendiri langkah-langkah yang akan ditempuh secara sejalan dengan tujuan semula sebuah negara yaitu, menciptakan kesejahteraan seluruh rakyat.
II.1 Analisa Dampak
Separatis jelas memberikan dampak yang begitu besar, baik itu dalam skala ukuran maupun waktunya. Banyaknya korban berjatuhan, sakit secara fisik maupun psikis pasti akan diterima oleh masyarakat yang bertempat di wilayah yang dalam keadaan darurat atau separatis sedang berlangsung.
II.2 Hipotesa
Gerakan ada karena adanya tuntutan, mungkin itu jawaban dari maraknya bermunculan gerakan separatis. Tipuan desentralisasi pemerintah membuat banyak kecewa setiap individu di daerah tertinggal. Merasa dianak-tirikan akhirnya membuat mereka geram. Pembangunan merata jauh dari kenyataan.
Oleh karena itu, pembangunan sebagai pengamalan Pancasila harus mampu menciptakan pertumbuhan dan kemajuan bagi seluruh bangsa secara terpadu.
II.3 Hasil yang Diharapkan
Tidak lain tidak bukan, bangsa ini hanya mengharapkan ketentraman dan kedamaian. Tidak dipandang sebelah mata, bahwa warga negara Indonesia semua sama tiada beda. Dan selayaknya warga negara Indonesia seluruhnya mendapatkan pembangunan yang merata dan adil sesuai dengan pengamalan Pancasila.
BAB III
METODE PENELITIAN
Penelitian yang digunakan bersifat kualitatif, jenisnya metode deskriptif analisis yang berupa persoalan suatu fenomena untuk sampai pada suatu langkah-langkah dalam mengatasi fenomena yang menjadi pokok permasalahan dan menggambarkan upaya pemerintah Indonesia dalam menentukan langkah-langkah kebijakan mengatasi masalah separatisme yang berkembang di Indonesia, guna menciptakan stabilisasi situasi dan kondisi dalam negeri.
III.1 Sample
Bermula dari peristiwa pengibaran bendara Republik Maluku Selatan (RMS) di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono oleh sekelompok simpatisan RMS pada peringatan hari keluarga nasional di Lapangan Merdeka, Ambon, Jumat (29/6) lalu. Kejadian itu merupakan pukulan telak bagi pemerintah Indonesia.
Bahkan kasus terjadi tidak hanya sampai disitu, Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang jauh lebih berbahaya karena diduga kelompok ini memiliki jaringan internasional yang kuat dan sumber daya yang mumpuni, dan disinyalirnya Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang tidak begitu saja diam pasca MoU Helsinski.
III.2 Metode dan Prosedur Pengolahan dan Penganalisaan Data
Adapun mengenai metode yang diterapkan dalam memahami studi kasus mengenai separatisme tersebut telah dijelaskan sebelumnya dan selanjutnya penulis menganalisa dari data-data yang diperoleh dari sumber informasi, baik itu buku referensi, surat kabar, berita televisi maupun jurnal-jurnal yang menunjang penulis dapat menganalisa isu separatisme ini.
BAB IV
PENGUMPULAN DAN ANALISIS DATA
Pengumpulan data dilakukan dengan metode kepustakaan yaitu suatu metode pengumpulan data melalui penelitian kepustakaan yang berupa buku-buku, majalah, bahan bacaan lainnya yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang dibahas oleh penulis.
BAB V
KESIMPULAN
Salah satu peranan Pancasila yang menonjol sejak permulaan penyelenggaraan negara Republik Indonesia adalah fungsinya dalam mempersatukan seluruh rakyat Indonesia menjadi bangsa yang berkepribadian dan percaya diri sendiri. Masyarakat Indonesia bersifat multi etnis, multi religius, dan multi ideologis, sudah seharusnya kemajemukan seperti ini jangan dijadikan kelemahan namun kekuatan yang mampu membuat Indonesia beda dengan negara-negara lainnya.
Separatisme jangan dianggap sebagai ancaman yang sepele. Pemerintah harus concern terhadap masalah ini, bagaimanapun persatuan dan kesatuan menjadi ancamannya. Dan bagi kita sebagai bangsa Indonesia, bangsa yang alami dan bangsa yang bernegara tidak pula hanya diam melihat tanah air-nya dihancurkan oleh bangsanya sendiri. Kita harus bersikap, bertindak dan bertanggung jawab sesuai dengan pengamalan-pengamalan Pancasila.
DAFTAR PUSTAKA
Buku :
Oesman, Oetojo dan Alfian. Pancasila Sebagai Ideologi. BP-7 Pusat, 1992.
Internet :
“Masih Ada Duri dalam Daging”, www.media-indonesia.com, Sabtu, 16 Januari 2008, 14:30 wib.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar