Sabtu, 01 Mei 2010

Istilah Decision Making Process dalam Pluralisme

Pluralis menyatakan bahwa agar seorang analis dapat menjelaskan secara lengkap hubungan antar state, adalah penting untuk memahami reasons di balik hubungan tersebut yang bisa dilihat dari Decision Making Process.
Richard C. Snyder pada tahun 1950-an menyatakan bahwa yang menjadi fokus studi Hubungan Internasional seharusnya adalah tindakan, reaksi, dan interaksi antar state . Bagi Snyder, state adalah aktor pembuat keputusan, dan tindakan yang dilakukan oleh pimpinan suatu state pasti dilakukan atas nama state tersebut. Konsep ini sama dengan konsep Realisme. Tetapi Snyder kemudian menekanakan bahwa menganalisa Decision Making Process itu sendiri, perlu dijelaskan mengenai tingkah laku state itu sendiri yaitu:
 Bagaimana kator pembuat keputusan mendefinisikan situasi yang dihadapinya?
 Sumber-sumber potensial dari tindakan suatu state yang ditemukan di setting pembuat keputusan tersebut.
Snyder kemudian membangun suatu frameworks Decision Making yang terdri dari berbagai faktor. Framework ini secaea eksplisit menekankan persepsi sebagai bagian dari pembuat keputusan dan peran dari pengaruh non-pemerintah dalam prose membuat kebijakan luar negeri suatu state. Faktor individu dan kelompok, proses organisasi dan politik birokrasi sangat penting sekali dalam Decision Making Process ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar