Selain rambut kesehatan wajah pun menjadi focus utama khususnya untuk para wanita. Begitu banyak masalah yang ditimbulkan oleh kulit wajah salah satunya masalah kulit wajah terasa kering. Berikut ini akan dibahas mengenai tips pintar agar wajah tidak teras kering :
• Sebaiknya pilih kosmetik yang sesuai dengan jenis wajah. Biasanya produksi kosmetik menawarkan kosmetik untuk kulit wajah berminyak, kering dan kusam.
• Bagi anda yang mempunyai kulit berminyak, menggunakan pelembab menjadi hal yang wajib untuk digunakan agar kulit tidak gampang ditempel oleh debu dan sengatan matahari tidak langsung mengenai kulit yang akan menimbulkan efek kekeringan pada kulit dan jerawat.
• Pemakaian kosmetik sebaiknya digunakan saat wajah kita dalam keadaan bersih dan kering karena kulit wajah akan membuat kosmetik tidak menempel di permukaan wajah kita dan apabila tidak bersih akan memicu timbulnya jerawat di daerah wajah dan merusak perkembangan pori – pori wajah.
• Rajin – rajin lah mencuci muka ketika anda memeliki waktu untuk mencuci muka, karena dengan cepat pula kotoran dan debu diangkat dari wajah kita.
• Sehabis cuci muka,keringkanlah dengan handuk bersih khusus untuk mengeringkan daerah pada wajah.
• Lakukan perawatan wajah secara berkala dan teratur serta tiadk membahayakan dan menimbulkan resiko tinggi bagi kullit wajah.
• Konsumsilah vitamin yang mengandung vitamin A, dan C agar kelembaban wajah terjaga dan tidak terasa kering.
Rabu, 05 Mei 2010
Waspada Stroke Di Usia Muda
Penyakit stroke kini bukan lagi menjadi penyakit usia tua, tapi stroke kin menyerang usia muda. Hal ini disebabkan oleh buruknya pola hidup seseorang dan pola makan yang tentunya tidak sehat serta dilengkapi dengan pengaruh lingkungan. Untuk mencegah banyaknya penyakit stroke yang menyerang diusia tua, sebaiknya periksalah sejak dini ke dokter. Stroke bisa terjadi akibat factor keturunan., apabila ada salah satu anggotanya yang mengalami stroke, maka kemungkinan keturunannya pun akan mengalami stroke juga.
Mereka yang terkena stroke pada usia muda, proses pemulihan nya lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang terkena stroke diusia tua. Ini disebabkan oleh regenerasi pada usia muda lebih cepat sehingga dengan penanganan yang cepat, tepat dan cermat maka pemulihan pun akan cepat prosesnya.
Untuk menghindari serangan stroke diusia muda, selain melakukan pemeriksaan yang akurat tidak lupa juga untuk lebih giat lagi berolahraga dan menjaga pola makan terutama pola hidup sehat seperti : hindari merokok, minuman beralkohol dan mengkonsumsi makanan sehat dan penuh gizi.
Mereka yang terkena stroke pada usia muda, proses pemulihan nya lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang terkena stroke diusia tua. Ini disebabkan oleh regenerasi pada usia muda lebih cepat sehingga dengan penanganan yang cepat, tepat dan cermat maka pemulihan pun akan cepat prosesnya.
Untuk menghindari serangan stroke diusia muda, selain melakukan pemeriksaan yang akurat tidak lupa juga untuk lebih giat lagi berolahraga dan menjaga pola makan terutama pola hidup sehat seperti : hindari merokok, minuman beralkohol dan mengkonsumsi makanan sehat dan penuh gizi.
Tips menjaga adik berusia 0 – 5 tahun
Apabila kita memiliki adik yang lucu masih berumur diantara 0 sampai 5 tahun, pasti dibenak kita muncul bagaimana dan apa yang harus kita lakukan agar adik kita nyaman diasuh oleh kita. Berikut ini ada beberapa tips nya :
Ajaklah adik jalan – jalan sore . dengan bermodalkan kereta dorong dan sedikit tenaga untuk berjalan kaki mengelilingi komplek perumahan ataupun mengunjungi taman terdekat dari komplek.
Kumpulkan boneka dan ajak adik untuk berimajinasi bareng kita dengan menceritakan dongeng – dongeng seru beraktorkan boneka.
Permainan puzzle juga membuat adik kita menjadi lebih pintar dan seru.
Tanyakan kepada mama seberapa banyak takaran untuk membuat susu adik
Kalau tiba – tiba adik rewel kita harus ekstra sabar untuk menghadapinya. Jangan sampai emosi kita meledak dan keluar sehingga membuat adik tambah rewel dan parahnya lagi bisa – bisa adik gak mau maen bareng kita lagi.
Tentunya pilhkan mainan untuk adik yang bebas dari racun agar tidak menimbulkan bahaya bagi adik.
Saat bermain, jangan mengeluarkan gerakan – gerakan yang membahayakan seperti melompat, kejar – kejaran ataupun jungkir balik. Karena, anak masih kecil cenderung menyimpan apapun sesuatu yang dilihatnya dengan cepat.
Jangan sampai salah sikap dalam mengasuh adik yah…
Ajaklah adik jalan – jalan sore . dengan bermodalkan kereta dorong dan sedikit tenaga untuk berjalan kaki mengelilingi komplek perumahan ataupun mengunjungi taman terdekat dari komplek.
Kumpulkan boneka dan ajak adik untuk berimajinasi bareng kita dengan menceritakan dongeng – dongeng seru beraktorkan boneka.
Permainan puzzle juga membuat adik kita menjadi lebih pintar dan seru.
Tanyakan kepada mama seberapa banyak takaran untuk membuat susu adik
Kalau tiba – tiba adik rewel kita harus ekstra sabar untuk menghadapinya. Jangan sampai emosi kita meledak dan keluar sehingga membuat adik tambah rewel dan parahnya lagi bisa – bisa adik gak mau maen bareng kita lagi.
Tentunya pilhkan mainan untuk adik yang bebas dari racun agar tidak menimbulkan bahaya bagi adik.
Saat bermain, jangan mengeluarkan gerakan – gerakan yang membahayakan seperti melompat, kejar – kejaran ataupun jungkir balik. Karena, anak masih kecil cenderung menyimpan apapun sesuatu yang dilihatnya dengan cepat.
Jangan sampai salah sikap dalam mengasuh adik yah…
Kenali factor pemicu sel ganas
Sel ganas merupakan salah satu timbulnya penyakit yang dikenal dengan kanker. Bagi kaum wanita kanker payudara merupakan penyakit yang menyeramkan dan mengkhawatirkan.Walaupun sampai saat ini belum ada yang benar – benar bias memastikan penyebab munculnya sel kanker, tapi ada beberapa factor yang dicurigai mmemicu timbulnya sel ganas dalam tubuh kita. Yaitu :
a. Usia
Sekitar 60% kanker payudara terjadi di atas 60 tahun. Resiko terbesar ditemukan pada wanita berusia diatas 75 tahun.
b. Keturunan
Perempuan atau ibu saudara perempuannya ada yang menderita kanker, punya resiko tiga kali lebih besar terkena penyakit ini.
c. Genetic dan Hormonal
d. Pernah mengalami penyakit payudara non kanker
e. Menarke ( menstruasi pertama ) sebelum usia 12 tahun, menopause setelah usia 55 tahun, kehamilan utama setelah usia 30 tahun atau belum pernah hamil.
f. Mengonsumsi minuman beralkohol lebih dari satu atau dua gelas/hari bias meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara
g. Bahan kimia
Beberapa penelitian membuktikan bahan kimia yang menyerupai estrogen mungkin meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara
h. Penyinaran
Jadi, hindarilah teknik penyinaran yang ada disalon – salon, baik untuk memutihkan ataupun menghitamkan kulit.
a. Usia
Sekitar 60% kanker payudara terjadi di atas 60 tahun. Resiko terbesar ditemukan pada wanita berusia diatas 75 tahun.
b. Keturunan
Perempuan atau ibu saudara perempuannya ada yang menderita kanker, punya resiko tiga kali lebih besar terkena penyakit ini.
c. Genetic dan Hormonal
d. Pernah mengalami penyakit payudara non kanker
e. Menarke ( menstruasi pertama ) sebelum usia 12 tahun, menopause setelah usia 55 tahun, kehamilan utama setelah usia 30 tahun atau belum pernah hamil.
f. Mengonsumsi minuman beralkohol lebih dari satu atau dua gelas/hari bias meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara
g. Bahan kimia
Beberapa penelitian membuktikan bahan kimia yang menyerupai estrogen mungkin meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara
h. Penyinaran
Jadi, hindarilah teknik penyinaran yang ada disalon – salon, baik untuk memutihkan ataupun menghitamkan kulit.
BasKet alias Basah Ketiak, gak banget deh..
Istilah Basket alias basah keiak merupakan hal yang teramat memalukan bagi siapapun. Basah ketiak sangat membuat semua kegiatan yang kita lakukan sangat menjadi terbatas. Khususnya untuk kaum wanita itu msudah menjadi masalah yang sangat mengganggu sekali. Penyebab ketiak menjadi basah tentu karena keluarnya keringat yang berlebihan. Tentunya pengeluaran keringat ini sangat penting untuk mengatur suhu tubuh. Keringat akan membantu mendinginkan tubuh, sehingga seluruh organ – organ tubuh dapat bekerja dengan baik disuhu yang normal yaitu sekitar 37 derajat celcius.
Tubuh akan mengalami demam kalau kita tidak berkeringat. Keringat juga dapat keluar saat situasi mental dan emosional sedang meningkat apalagi saat kita sedang memakan makanan yang pedas. Kelenjar keringat ada diseluruh permukaan kulit tubuh kita. Seharusnya keringat tidak berbau kecuali sudah terkontaminasi oleh bakteri.
Faktanya banyak orang yang lebih banyak mengeluarkan keringat dibagian tubuh tertentu. Ini biasanya disebakan oleh system saraf yang mengatur pengeluaran keringat bekerja lebih aktif. Tentu kita tidak akan berkeringat sama sekali. Dibawah ini akan dibahas cara untuk mengatasi keringat berlebihan :
1. Usahakan pakailah baju yang terbuat dari bahan katun
2. Seringlah mandi, apalagi kalau kita sering berada diluar ruangan atau mengalami aktivitas yang berlebih.
3. Hindari berada di luar ruangan yang terkena sinar matahari langsung.
4. Gunakan deodorant ataupun sejenisnya untuk mengurangi kerja syaraf yang hiperaktif
5. Apabila keringat masih keluarv terlalu banyak, dapat dikonsultasikan untuk memilih beberapa terapi alternative
6. Adapun cara yang lebih menakjubkan, yaiu terapi dengan operasi untuk pengangkatan sebagian kelenjar ketiak.
Tubuh akan mengalami demam kalau kita tidak berkeringat. Keringat juga dapat keluar saat situasi mental dan emosional sedang meningkat apalagi saat kita sedang memakan makanan yang pedas. Kelenjar keringat ada diseluruh permukaan kulit tubuh kita. Seharusnya keringat tidak berbau kecuali sudah terkontaminasi oleh bakteri.
Faktanya banyak orang yang lebih banyak mengeluarkan keringat dibagian tubuh tertentu. Ini biasanya disebakan oleh system saraf yang mengatur pengeluaran keringat bekerja lebih aktif. Tentu kita tidak akan berkeringat sama sekali. Dibawah ini akan dibahas cara untuk mengatasi keringat berlebihan :
1. Usahakan pakailah baju yang terbuat dari bahan katun
2. Seringlah mandi, apalagi kalau kita sering berada diluar ruangan atau mengalami aktivitas yang berlebih.
3. Hindari berada di luar ruangan yang terkena sinar matahari langsung.
4. Gunakan deodorant ataupun sejenisnya untuk mengurangi kerja syaraf yang hiperaktif
5. Apabila keringat masih keluarv terlalu banyak, dapat dikonsultasikan untuk memilih beberapa terapi alternative
6. Adapun cara yang lebih menakjubkan, yaiu terapi dengan operasi untuk pengangkatan sebagian kelenjar ketiak.
Lubang Biopori Untuk Bumi
Istilah Global Warming sudah menjadi istilah yang bukan asing lagi ditelinga kita. Begitu banyak hal yang dapat dilakukan oleh kita untuk mengurangi sebab – sebab dari Global Warming. Salah satunya dengan membuat Lubang Biopori.
Lubang biopori adalah lubang yang akan membantu menyerap air hujan yang berlebihan dan sering menimbulkan banjir. Selain itu, lubang Biopori juga mencegah longsorny tanah dan kekeringan. Lubang biopori sangat diwajibkan didaerah yang padat penduduk dan sangat kurang untuk penyerapan air.
Untuk membuat lubang Biopori dapat dilakukan dengan cara berikut ini :
Siapkan bamboo diameter 8 cm atau pipa PVC ukuran 2 – 3 inci yang ujungnya sudah diruncingkan
Kemudian, buatlah lubang ditanah menggunakan bamboo tersebut dengan diameter lubang 10 – 20 cm dengan kedalaman tanah sekitar 100 cm.
Setelah selesai membuat lubang , kita isi dengan daun – daun kering dan sampah organic
Apabila kita ingin membuat lebih dari 1 lubang itu akan sangat lebih baik dan sebaiknya diberi jarak sekitar 50 cm dari setiap lubangnya.
Tentu saja lubang yang sudah dibuat harus dirawat dengan cara selalu mengisi sampah organic yang terus mengikis didalam tanah karena adanya pelapukan dan pembusukan tanah.
Setiap enam bulan ataupun satu tahun, sampah organic akan menjadi kompos yang bias digunakan untuk pupuk.
Lubang biopori adalah lubang yang akan membantu menyerap air hujan yang berlebihan dan sering menimbulkan banjir. Selain itu, lubang Biopori juga mencegah longsorny tanah dan kekeringan. Lubang biopori sangat diwajibkan didaerah yang padat penduduk dan sangat kurang untuk penyerapan air.
Untuk membuat lubang Biopori dapat dilakukan dengan cara berikut ini :
Siapkan bamboo diameter 8 cm atau pipa PVC ukuran 2 – 3 inci yang ujungnya sudah diruncingkan
Kemudian, buatlah lubang ditanah menggunakan bamboo tersebut dengan diameter lubang 10 – 20 cm dengan kedalaman tanah sekitar 100 cm.
Setelah selesai membuat lubang , kita isi dengan daun – daun kering dan sampah organic
Apabila kita ingin membuat lebih dari 1 lubang itu akan sangat lebih baik dan sebaiknya diberi jarak sekitar 50 cm dari setiap lubangnya.
Tentu saja lubang yang sudah dibuat harus dirawat dengan cara selalu mengisi sampah organic yang terus mengikis didalam tanah karena adanya pelapukan dan pembusukan tanah.
Setiap enam bulan ataupun satu tahun, sampah organic akan menjadi kompos yang bias digunakan untuk pupuk.
Robotic Bikin Nyentrik
Dunia robot saat ini menjadi sesuatu hal yang menarik dan bukan umum lagi pastinya. Buktinya sudah banyak orang dan generasi muda yang menciptakan berbagai macam – macam robot. Bahkan, sudah banyak pula jasa – jasa yang ditawarkan untuk belajar privat atau kursus – kursus membuat robot. Dari mulai untuk tingkat dasar sampai tingkat atas.
Robot berasal dari kata Robota yang dalam bahasa Ceko berarti budak, pekerja atau kuli. Pertama kali kata Robota diperkenalkan oleh Karel Capek dalam sebuah pementasan drama, oleh karena itu istilah itu menjadi terkenal dikalangan masyarakat.
Untuk membuat sebuah robot dibangun oleh tiga pengetahuan dasar yaitu : mekanika, elektronika dan pemrograman computer kemudian tiga pengetahuan dasar ini digabung menjadi satu menjadi mekatronika. Saat ini, sudah banyak alat bantu yang memudahkan kita untuk membuat robot sendiri.
Berikut ini adalah langkah – langkah membuat robot sederhana :
• Mendesain
Ini merupakan tahap yang wajib difokuskan, yakni mendesain seperti apakah robot yang akan kita buat.
• Membuat rangka
Pada tahap ini akan dibuat rangka robot yang sudah didesain sebelumnya agar tampilan robot menjadi lebih pasti.
• Memasang motor listrik
Tahap ini yaitu pemasangan alat – alat berupa motor listrik kedalam rangka robot.
• Memasang sensor
• Merangkaikan dengan computer
• Memprogram
Robot berasal dari kata Robota yang dalam bahasa Ceko berarti budak, pekerja atau kuli. Pertama kali kata Robota diperkenalkan oleh Karel Capek dalam sebuah pementasan drama, oleh karena itu istilah itu menjadi terkenal dikalangan masyarakat.
Untuk membuat sebuah robot dibangun oleh tiga pengetahuan dasar yaitu : mekanika, elektronika dan pemrograman computer kemudian tiga pengetahuan dasar ini digabung menjadi satu menjadi mekatronika. Saat ini, sudah banyak alat bantu yang memudahkan kita untuk membuat robot sendiri.
Berikut ini adalah langkah – langkah membuat robot sederhana :
• Mendesain
Ini merupakan tahap yang wajib difokuskan, yakni mendesain seperti apakah robot yang akan kita buat.
• Membuat rangka
Pada tahap ini akan dibuat rangka robot yang sudah didesain sebelumnya agar tampilan robot menjadi lebih pasti.
• Memasang motor listrik
Tahap ini yaitu pemasangan alat – alat berupa motor listrik kedalam rangka robot.
• Memasang sensor
• Merangkaikan dengan computer
• Memprogram
Sabtu, 01 Mei 2010
Separatisme
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Penegasan Mengenai Judul
Sebuah sapu lidi pun akan berantakan bila tidak diikat dengan erat, begitu pula mengikat rasa persatuan dan kesatuan di antara berjuta-juta penduduk Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Semangat persatuan dan kesatuan pada masa memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan sudah jarang nampak. Seakan nilai-nilai Pancasila sudah tidak mampu lagi bertahan di dalam diri jiwa rakyat Indonesia. Kekuatan sebuah dasar negara kini semakin berkurang, ini dikarenakan maraknya tindak separatisme di berbagai daerah pelosok nusantara. Indonesia layaknya sebuah kayu tua yang semakin lama semakin keropos.
Mungkinkah Indonesia lambat-laun hancur akibat ulah rakyatnya sendiri. Lalu bagaimana menanamkan nilai-nilai Pancasila di jiwa rakyat Indonesia sehingga situasi kearah disintegrasi bangsa dapat dihindari. Oleh karena itu, perlu adanya pembabakan lebih dalam mengenai pentingnya nilai-nilai Pancasila dan bagaimana mempertahankannya ditengah maraknya upaya-upaya separatisme.
I.2 Alasan Pemilihan Judul
Separatisme selalu dipahami sebagai gerakan yang bersifat politis untuk mendapatkan kedaulatan dan memisahkan suatu wilayah atau kelompok manusia (biasanya kelompok dengan kesadaran nasional yang tajam) dari satu sama lain (atau suatu negara lain). Istilah ini biasanya tidak diterima para kelompok separatis sendiri karena mereka menganggapnya kasar, dan memilih istilah yang lebih netral seperti determinasi diri. Itu sebabnya separatisme di Indonesia selalu bertujuan serupa, memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Memisahkan diri bisa terjadi akibat kurang dimaknainya Pancasila yang merupakan konsep The Founding Fathers bangsa ini.
Kerusuhan, kekerasan dan permusuhan, hampir mewarnai seluruh aktivitas masyarakat. Apalagi, situasi dunia juga penuh gejolak dan ketidakpastian. Ada kecemasan besar, disertai kegamangan, disorientasi dan pesimisme rakyat. Bahkan, sebagian kalangan dunia meramalkan Indonesia akan mengalami disintegrasi bangsa dan kemudian runtuh. Separatisme bukan gejala biasa perlu penanganan serius apalagi sifatnya kini sudah semakin menguat dan meluas, jadi baik bagi kita untuk memahami lebih dalam agar mampu menyikapi dengan bijak.
I.3 Tujuan Research yang Diselenggarakan
Situasi dan kondisi bangsa ini kini semakin collapse, sehingga perlu adanya langkah cepat, tepat dan bijak terutama pemerintah. Penting adanya sebuah keputusan yang diharapkan mampu membawa situasi dan kondisi bangsa ini menjadi stabil.
Bertolak belakang dari itu semua, penelitian ini bertujuan :
1. Mengetahui latar belakang dari maraknya isu separatisme di Indonesia.
2. Menjelaskan secara rinci arah dan tujuan dari upaya separatisme yang dilakukan berbagai macam pihak.
3. Menjelaskan langkah-langkah strategis Indonesia dalam kebijakan menangani isu separatisme yang berkembang belakangan ini.
I.4 Sistematika
Pada karya ilmiah ini, penulis akan menjelaskan hasil penelitian yang telah dilakukan mulai dari Bab Pendahuluan. Bab ini akan menjelaskan penegasan mengenai judul, alasan penulis memilih judul, tujuan research yang diselenggarakan dan sistematika.
Kemudian pada bab berikutnya penulis akan memberikan analisa landasan teori , analisa hasil-hasil, penampilan anggapan, pernyataan hipotesa dan hasil yang diharapkan. Pada Bab ketiga penulis akan menganalisa dan menetapkan methode-methode yang akan digunakan dengan sample, prosedur sampling, dan juga methode dan prosedur pengelolaan data serta prosedur penganalisaan data.
Bab keempat merupakan pengumpulan dan penyajian data baik secara singkat, table, ataupun disajikan melalui diagram/grafik. Dan pada Bab kelima penulis mencari analisa data melalui analisa statistik, kualitatif, komparatif serta kesimpulan dari analisa yang sudah dilakukan.
Bab keenam adalah bab terakhir dalam karya ilmiah ini. Pada bagian ini penulis memaparkan kembali tentang masalah yang dialami, dan menerangkan kembali methode-methode yang digunakan, selain itu pada bab ini penulis juga mengutarakan kembali penggarapan masalah serta mengharapkan pemerintah,agar segera mengambil tindakan kebijakan dalam menangani isu separatisme di Indonesia, dan untuk kita sebagai pembelajaran akan pentingnya menjaga nilai persatuan dan kesatuan yang sebagaimana tertuang dalam Pancasila.
BAB I I
ANALISA LANDASAN TEORI
Analisis yang diambil berdasarkan kerangka pemikiran yang telah diungkapkan adalah model analisis deskriptif, untuk melihat arah dan tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut :
Dari alur diatas kita dapat memahami persoalan untuk sampai pada suatu langkah-langkah untuk mengatasi masalah tersebut dan penggambarannya sendiri langkah-langkah yang akan ditempuh secara sejalan dengan tujuan semula sebuah negara yaitu, menciptakan kesejahteraan seluruh rakyat.
II.1 Analisa Dampak
Separatis jelas memberikan dampak yang begitu besar, baik itu dalam skala ukuran maupun waktunya. Banyaknya korban berjatuhan, sakit secara fisik maupun psikis pasti akan diterima oleh masyarakat yang bertempat di wilayah yang dalam keadaan darurat atau separatis sedang berlangsung.
II.2 Hipotesa
Gerakan ada karena adanya tuntutan, mungkin itu jawaban dari maraknya bermunculan gerakan separatis. Tipuan desentralisasi pemerintah membuat banyak kecewa setiap individu di daerah tertinggal. Merasa dianak-tirikan akhirnya membuat mereka geram. Pembangunan merata jauh dari kenyataan.
Oleh karena itu, pembangunan sebagai pengamalan Pancasila harus mampu menciptakan pertumbuhan dan kemajuan bagi seluruh bangsa secara terpadu.
II.3 Hasil yang Diharapkan
Tidak lain tidak bukan, bangsa ini hanya mengharapkan ketentraman dan kedamaian. Tidak dipandang sebelah mata, bahwa warga negara Indonesia semua sama tiada beda. Dan selayaknya warga negara Indonesia seluruhnya mendapatkan pembangunan yang merata dan adil sesuai dengan pengamalan Pancasila.
BAB III
METODE PENELITIAN
Penelitian yang digunakan bersifat kualitatif, jenisnya metode deskriptif analisis yang berupa persoalan suatu fenomena untuk sampai pada suatu langkah-langkah dalam mengatasi fenomena yang menjadi pokok permasalahan dan menggambarkan upaya pemerintah Indonesia dalam menentukan langkah-langkah kebijakan mengatasi masalah separatisme yang berkembang di Indonesia, guna menciptakan stabilisasi situasi dan kondisi dalam negeri.
III.1 Sample
Bermula dari peristiwa pengibaran bendara Republik Maluku Selatan (RMS) di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono oleh sekelompok simpatisan RMS pada peringatan hari keluarga nasional di Lapangan Merdeka, Ambon, Jumat (29/6) lalu. Kejadian itu merupakan pukulan telak bagi pemerintah Indonesia.
Bahkan kasus terjadi tidak hanya sampai disitu, Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang jauh lebih berbahaya karena diduga kelompok ini memiliki jaringan internasional yang kuat dan sumber daya yang mumpuni, dan disinyalirnya Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang tidak begitu saja diam pasca MoU Helsinski.
III.2 Metode dan Prosedur Pengolahan dan Penganalisaan Data
Adapun mengenai metode yang diterapkan dalam memahami studi kasus mengenai separatisme tersebut telah dijelaskan sebelumnya dan selanjutnya penulis menganalisa dari data-data yang diperoleh dari sumber informasi, baik itu buku referensi, surat kabar, berita televisi maupun jurnal-jurnal yang menunjang penulis dapat menganalisa isu separatisme ini.
BAB IV
PENGUMPULAN DAN ANALISIS DATA
Pengumpulan data dilakukan dengan metode kepustakaan yaitu suatu metode pengumpulan data melalui penelitian kepustakaan yang berupa buku-buku, majalah, bahan bacaan lainnya yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang dibahas oleh penulis.
BAB V
KESIMPULAN
Salah satu peranan Pancasila yang menonjol sejak permulaan penyelenggaraan negara Republik Indonesia adalah fungsinya dalam mempersatukan seluruh rakyat Indonesia menjadi bangsa yang berkepribadian dan percaya diri sendiri. Masyarakat Indonesia bersifat multi etnis, multi religius, dan multi ideologis, sudah seharusnya kemajemukan seperti ini jangan dijadikan kelemahan namun kekuatan yang mampu membuat Indonesia beda dengan negara-negara lainnya.
Separatisme jangan dianggap sebagai ancaman yang sepele. Pemerintah harus concern terhadap masalah ini, bagaimanapun persatuan dan kesatuan menjadi ancamannya. Dan bagi kita sebagai bangsa Indonesia, bangsa yang alami dan bangsa yang bernegara tidak pula hanya diam melihat tanah air-nya dihancurkan oleh bangsanya sendiri. Kita harus bersikap, bertindak dan bertanggung jawab sesuai dengan pengamalan-pengamalan Pancasila.
DAFTAR PUSTAKA
Buku :
Oesman, Oetojo dan Alfian. Pancasila Sebagai Ideologi. BP-7 Pusat, 1992.
Internet :
“Masih Ada Duri dalam Daging”, www.media-indonesia.com, Sabtu, 16 Januari 2008, 14:30 wib.
PENDAHULUAN
I.1 Penegasan Mengenai Judul
Sebuah sapu lidi pun akan berantakan bila tidak diikat dengan erat, begitu pula mengikat rasa persatuan dan kesatuan di antara berjuta-juta penduduk Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Semangat persatuan dan kesatuan pada masa memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan sudah jarang nampak. Seakan nilai-nilai Pancasila sudah tidak mampu lagi bertahan di dalam diri jiwa rakyat Indonesia. Kekuatan sebuah dasar negara kini semakin berkurang, ini dikarenakan maraknya tindak separatisme di berbagai daerah pelosok nusantara. Indonesia layaknya sebuah kayu tua yang semakin lama semakin keropos.
Mungkinkah Indonesia lambat-laun hancur akibat ulah rakyatnya sendiri. Lalu bagaimana menanamkan nilai-nilai Pancasila di jiwa rakyat Indonesia sehingga situasi kearah disintegrasi bangsa dapat dihindari. Oleh karena itu, perlu adanya pembabakan lebih dalam mengenai pentingnya nilai-nilai Pancasila dan bagaimana mempertahankannya ditengah maraknya upaya-upaya separatisme.
I.2 Alasan Pemilihan Judul
Separatisme selalu dipahami sebagai gerakan yang bersifat politis untuk mendapatkan kedaulatan dan memisahkan suatu wilayah atau kelompok manusia (biasanya kelompok dengan kesadaran nasional yang tajam) dari satu sama lain (atau suatu negara lain). Istilah ini biasanya tidak diterima para kelompok separatis sendiri karena mereka menganggapnya kasar, dan memilih istilah yang lebih netral seperti determinasi diri. Itu sebabnya separatisme di Indonesia selalu bertujuan serupa, memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Memisahkan diri bisa terjadi akibat kurang dimaknainya Pancasila yang merupakan konsep The Founding Fathers bangsa ini.
Kerusuhan, kekerasan dan permusuhan, hampir mewarnai seluruh aktivitas masyarakat. Apalagi, situasi dunia juga penuh gejolak dan ketidakpastian. Ada kecemasan besar, disertai kegamangan, disorientasi dan pesimisme rakyat. Bahkan, sebagian kalangan dunia meramalkan Indonesia akan mengalami disintegrasi bangsa dan kemudian runtuh. Separatisme bukan gejala biasa perlu penanganan serius apalagi sifatnya kini sudah semakin menguat dan meluas, jadi baik bagi kita untuk memahami lebih dalam agar mampu menyikapi dengan bijak.
I.3 Tujuan Research yang Diselenggarakan
Situasi dan kondisi bangsa ini kini semakin collapse, sehingga perlu adanya langkah cepat, tepat dan bijak terutama pemerintah. Penting adanya sebuah keputusan yang diharapkan mampu membawa situasi dan kondisi bangsa ini menjadi stabil.
Bertolak belakang dari itu semua, penelitian ini bertujuan :
1. Mengetahui latar belakang dari maraknya isu separatisme di Indonesia.
2. Menjelaskan secara rinci arah dan tujuan dari upaya separatisme yang dilakukan berbagai macam pihak.
3. Menjelaskan langkah-langkah strategis Indonesia dalam kebijakan menangani isu separatisme yang berkembang belakangan ini.
I.4 Sistematika
Pada karya ilmiah ini, penulis akan menjelaskan hasil penelitian yang telah dilakukan mulai dari Bab Pendahuluan. Bab ini akan menjelaskan penegasan mengenai judul, alasan penulis memilih judul, tujuan research yang diselenggarakan dan sistematika.
Kemudian pada bab berikutnya penulis akan memberikan analisa landasan teori , analisa hasil-hasil, penampilan anggapan, pernyataan hipotesa dan hasil yang diharapkan. Pada Bab ketiga penulis akan menganalisa dan menetapkan methode-methode yang akan digunakan dengan sample, prosedur sampling, dan juga methode dan prosedur pengelolaan data serta prosedur penganalisaan data.
Bab keempat merupakan pengumpulan dan penyajian data baik secara singkat, table, ataupun disajikan melalui diagram/grafik. Dan pada Bab kelima penulis mencari analisa data melalui analisa statistik, kualitatif, komparatif serta kesimpulan dari analisa yang sudah dilakukan.
Bab keenam adalah bab terakhir dalam karya ilmiah ini. Pada bagian ini penulis memaparkan kembali tentang masalah yang dialami, dan menerangkan kembali methode-methode yang digunakan, selain itu pada bab ini penulis juga mengutarakan kembali penggarapan masalah serta mengharapkan pemerintah,agar segera mengambil tindakan kebijakan dalam menangani isu separatisme di Indonesia, dan untuk kita sebagai pembelajaran akan pentingnya menjaga nilai persatuan dan kesatuan yang sebagaimana tertuang dalam Pancasila.
BAB I I
ANALISA LANDASAN TEORI
Analisis yang diambil berdasarkan kerangka pemikiran yang telah diungkapkan adalah model analisis deskriptif, untuk melihat arah dan tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut :
Dari alur diatas kita dapat memahami persoalan untuk sampai pada suatu langkah-langkah untuk mengatasi masalah tersebut dan penggambarannya sendiri langkah-langkah yang akan ditempuh secara sejalan dengan tujuan semula sebuah negara yaitu, menciptakan kesejahteraan seluruh rakyat.
II.1 Analisa Dampak
Separatis jelas memberikan dampak yang begitu besar, baik itu dalam skala ukuran maupun waktunya. Banyaknya korban berjatuhan, sakit secara fisik maupun psikis pasti akan diterima oleh masyarakat yang bertempat di wilayah yang dalam keadaan darurat atau separatis sedang berlangsung.
II.2 Hipotesa
Gerakan ada karena adanya tuntutan, mungkin itu jawaban dari maraknya bermunculan gerakan separatis. Tipuan desentralisasi pemerintah membuat banyak kecewa setiap individu di daerah tertinggal. Merasa dianak-tirikan akhirnya membuat mereka geram. Pembangunan merata jauh dari kenyataan.
Oleh karena itu, pembangunan sebagai pengamalan Pancasila harus mampu menciptakan pertumbuhan dan kemajuan bagi seluruh bangsa secara terpadu.
II.3 Hasil yang Diharapkan
Tidak lain tidak bukan, bangsa ini hanya mengharapkan ketentraman dan kedamaian. Tidak dipandang sebelah mata, bahwa warga negara Indonesia semua sama tiada beda. Dan selayaknya warga negara Indonesia seluruhnya mendapatkan pembangunan yang merata dan adil sesuai dengan pengamalan Pancasila.
BAB III
METODE PENELITIAN
Penelitian yang digunakan bersifat kualitatif, jenisnya metode deskriptif analisis yang berupa persoalan suatu fenomena untuk sampai pada suatu langkah-langkah dalam mengatasi fenomena yang menjadi pokok permasalahan dan menggambarkan upaya pemerintah Indonesia dalam menentukan langkah-langkah kebijakan mengatasi masalah separatisme yang berkembang di Indonesia, guna menciptakan stabilisasi situasi dan kondisi dalam negeri.
III.1 Sample
Bermula dari peristiwa pengibaran bendara Republik Maluku Selatan (RMS) di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono oleh sekelompok simpatisan RMS pada peringatan hari keluarga nasional di Lapangan Merdeka, Ambon, Jumat (29/6) lalu. Kejadian itu merupakan pukulan telak bagi pemerintah Indonesia.
Bahkan kasus terjadi tidak hanya sampai disitu, Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang jauh lebih berbahaya karena diduga kelompok ini memiliki jaringan internasional yang kuat dan sumber daya yang mumpuni, dan disinyalirnya Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang tidak begitu saja diam pasca MoU Helsinski.
III.2 Metode dan Prosedur Pengolahan dan Penganalisaan Data
Adapun mengenai metode yang diterapkan dalam memahami studi kasus mengenai separatisme tersebut telah dijelaskan sebelumnya dan selanjutnya penulis menganalisa dari data-data yang diperoleh dari sumber informasi, baik itu buku referensi, surat kabar, berita televisi maupun jurnal-jurnal yang menunjang penulis dapat menganalisa isu separatisme ini.
BAB IV
PENGUMPULAN DAN ANALISIS DATA
Pengumpulan data dilakukan dengan metode kepustakaan yaitu suatu metode pengumpulan data melalui penelitian kepustakaan yang berupa buku-buku, majalah, bahan bacaan lainnya yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang dibahas oleh penulis.
BAB V
KESIMPULAN
Salah satu peranan Pancasila yang menonjol sejak permulaan penyelenggaraan negara Republik Indonesia adalah fungsinya dalam mempersatukan seluruh rakyat Indonesia menjadi bangsa yang berkepribadian dan percaya diri sendiri. Masyarakat Indonesia bersifat multi etnis, multi religius, dan multi ideologis, sudah seharusnya kemajemukan seperti ini jangan dijadikan kelemahan namun kekuatan yang mampu membuat Indonesia beda dengan negara-negara lainnya.
Separatisme jangan dianggap sebagai ancaman yang sepele. Pemerintah harus concern terhadap masalah ini, bagaimanapun persatuan dan kesatuan menjadi ancamannya. Dan bagi kita sebagai bangsa Indonesia, bangsa yang alami dan bangsa yang bernegara tidak pula hanya diam melihat tanah air-nya dihancurkan oleh bangsanya sendiri. Kita harus bersikap, bertindak dan bertanggung jawab sesuai dengan pengamalan-pengamalan Pancasila.
DAFTAR PUSTAKA
Buku :
Oesman, Oetojo dan Alfian. Pancasila Sebagai Ideologi. BP-7 Pusat, 1992.
Internet :
“Masih Ada Duri dalam Daging”, www.media-indonesia.com, Sabtu, 16 Januari 2008, 14:30 wib.
Kondisionalitas dari Sebuah Paket Bantuan Asing Untuk Indonesia
Di masa awal pemerintahan Soeharto, sudah memperlihatkan tanda-tanda ketergantungannya terutama pada negara-negara adidaya seperti negara Amerika Serikat dan Jepang, sebagaimana disebutkan bahwa masa ini sebagai masa penyelamatan dimana periode sebelumnya masalah politik selalu menjadi fokus utama sehingga banyak rakyat kekurangan pangan, inflasi yang tidak bisa dikendalikan, dan alat-alat produksi yang mengalami kehancuran.
Soeharto pun mencanangkan, program-program yang berupaya membangun ekonomi dalam negeri ke arah yang lebih baik. Program rehabilitasi, konsolidasi, dan stabilisasi merupakan dasar kebijakannya untuk memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia. Menyadari betapa pentingnya rehabilitasi ekonomi yang merupakan rangkaian proses menciptakan stabilitas politik. Oleh karena itu, diplomasi pembangunan yang dianut oleh Soeharto ialah membuka diri terhadap investasi barat, karena Soeharto menganggap bahwa tanpa bantuan asing, Indonesia tidak akan mampu bertahan.
Belanda, yang notabene-nya sebagai bekas penjajah Indonesia juga giat dalam mengorganisir negara-negara donor untuk Indonesia yang terbentuk dalam Inter-Governmental Group on Indonesia (IGGI) pada tahun 1967. Mereka adalah Australia, Jerman, Jepang, Belanda, Inggris, dan AS, Dimana AS dan Jepang merupakan negara-negara donor terbesar. Namun kedekatan Indonesia kepada negara-negara barat bukan semata-mata akan membentuk sebuah aliansi, karena Indonesia tetap dengan baik menjaga hubungan dengan negara-negara timur, ini menunjukan politik luar negeri Indonesia dengan karakteristik yang bebas-aktif tetap di jalani sesuai dengan kondisi internasional pada saat itu.
Namun adakalanya, Indonesia mengalami intervensi dari negara-ngara donor tersebut. Amerika contohnya, isu tahanan politik menjadi objek tekanan dari mereka. Isu-isu mengenai hak-hak manusia memang sedang gencar diperdebatkan di kancah internasional pada masa itu, dan seringkali bantuan ekonomi dikaitkan dengan perkembangan hak-hak asasi manusia. Negara-negara donor tersebut menghentikan bantuannya untuk mendesak Indonesia agar memperbaiki catatan hak asasi manusianya. Indonesia pun berupaya keras, menyelidiki tiap-tiap peristiwa yang menyalahi tentang hak asasi manusia dan memberi kejelasan pada negara-negara pendonor, namun hanya Belanda yang tidak menerima penjelasan itu. Pemerintah pun marah, karena melihat catatan sejarah Belanda merupakan negara penindas HAM pada masa penjajahan dan sekarang berbicara sebagai negara yang menjunjung tinggi HAM. Oleh karena itu, Indonesia menuntut pembubaran IGGI dan menolak bantuan dari Belanda. Inetrvensi dalam bentuk isu-isu hak asasi manusia ternyata tidak sampai disitu, setelah peristiwa penembakan di Dili 1991, Indonesia dihadapkan masalah pengelolaan Timor Timur yang mana sedikit membuat clash dengan AS yang lalu diperparah dengan masalah pengelolaan buruh yang kurang diperhatikan.
Inilah yang ditakutkan pemerintah, kondisionalitas dari sebuah paket bantuan yang tidak akan ada ujungnya. Negara-negara donor tersebut tidak semata-mata negara baik yang begitu saja memberikan bantuan, mereka pun memiliki kepentingan nasionalnya masing-masing.
Soeharto pun mencanangkan, program-program yang berupaya membangun ekonomi dalam negeri ke arah yang lebih baik. Program rehabilitasi, konsolidasi, dan stabilisasi merupakan dasar kebijakannya untuk memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia. Menyadari betapa pentingnya rehabilitasi ekonomi yang merupakan rangkaian proses menciptakan stabilitas politik. Oleh karena itu, diplomasi pembangunan yang dianut oleh Soeharto ialah membuka diri terhadap investasi barat, karena Soeharto menganggap bahwa tanpa bantuan asing, Indonesia tidak akan mampu bertahan.
Belanda, yang notabene-nya sebagai bekas penjajah Indonesia juga giat dalam mengorganisir negara-negara donor untuk Indonesia yang terbentuk dalam Inter-Governmental Group on Indonesia (IGGI) pada tahun 1967. Mereka adalah Australia, Jerman, Jepang, Belanda, Inggris, dan AS, Dimana AS dan Jepang merupakan negara-negara donor terbesar. Namun kedekatan Indonesia kepada negara-negara barat bukan semata-mata akan membentuk sebuah aliansi, karena Indonesia tetap dengan baik menjaga hubungan dengan negara-negara timur, ini menunjukan politik luar negeri Indonesia dengan karakteristik yang bebas-aktif tetap di jalani sesuai dengan kondisi internasional pada saat itu.
Namun adakalanya, Indonesia mengalami intervensi dari negara-ngara donor tersebut. Amerika contohnya, isu tahanan politik menjadi objek tekanan dari mereka. Isu-isu mengenai hak-hak manusia memang sedang gencar diperdebatkan di kancah internasional pada masa itu, dan seringkali bantuan ekonomi dikaitkan dengan perkembangan hak-hak asasi manusia. Negara-negara donor tersebut menghentikan bantuannya untuk mendesak Indonesia agar memperbaiki catatan hak asasi manusianya. Indonesia pun berupaya keras, menyelidiki tiap-tiap peristiwa yang menyalahi tentang hak asasi manusia dan memberi kejelasan pada negara-negara pendonor, namun hanya Belanda yang tidak menerima penjelasan itu. Pemerintah pun marah, karena melihat catatan sejarah Belanda merupakan negara penindas HAM pada masa penjajahan dan sekarang berbicara sebagai negara yang menjunjung tinggi HAM. Oleh karena itu, Indonesia menuntut pembubaran IGGI dan menolak bantuan dari Belanda. Inetrvensi dalam bentuk isu-isu hak asasi manusia ternyata tidak sampai disitu, setelah peristiwa penembakan di Dili 1991, Indonesia dihadapkan masalah pengelolaan Timor Timur yang mana sedikit membuat clash dengan AS yang lalu diperparah dengan masalah pengelolaan buruh yang kurang diperhatikan.
Inilah yang ditakutkan pemerintah, kondisionalitas dari sebuah paket bantuan yang tidak akan ada ujungnya. Negara-negara donor tersebut tidak semata-mata negara baik yang begitu saja memberikan bantuan, mereka pun memiliki kepentingan nasionalnya masing-masing.
Istilah Decision Making Process dalam Pluralisme
Pluralis menyatakan bahwa agar seorang analis dapat menjelaskan secara lengkap hubungan antar state, adalah penting untuk memahami reasons di balik hubungan tersebut yang bisa dilihat dari Decision Making Process.
Richard C. Snyder pada tahun 1950-an menyatakan bahwa yang menjadi fokus studi Hubungan Internasional seharusnya adalah tindakan, reaksi, dan interaksi antar state . Bagi Snyder, state adalah aktor pembuat keputusan, dan tindakan yang dilakukan oleh pimpinan suatu state pasti dilakukan atas nama state tersebut. Konsep ini sama dengan konsep Realisme. Tetapi Snyder kemudian menekanakan bahwa menganalisa Decision Making Process itu sendiri, perlu dijelaskan mengenai tingkah laku state itu sendiri yaitu:
Bagaimana kator pembuat keputusan mendefinisikan situasi yang dihadapinya?
Sumber-sumber potensial dari tindakan suatu state yang ditemukan di setting pembuat keputusan tersebut.
Snyder kemudian membangun suatu frameworks Decision Making yang terdri dari berbagai faktor. Framework ini secaea eksplisit menekankan persepsi sebagai bagian dari pembuat keputusan dan peran dari pengaruh non-pemerintah dalam prose membuat kebijakan luar negeri suatu state. Faktor individu dan kelompok, proses organisasi dan politik birokrasi sangat penting sekali dalam Decision Making Process ini.
Richard C. Snyder pada tahun 1950-an menyatakan bahwa yang menjadi fokus studi Hubungan Internasional seharusnya adalah tindakan, reaksi, dan interaksi antar state . Bagi Snyder, state adalah aktor pembuat keputusan, dan tindakan yang dilakukan oleh pimpinan suatu state pasti dilakukan atas nama state tersebut. Konsep ini sama dengan konsep Realisme. Tetapi Snyder kemudian menekanakan bahwa menganalisa Decision Making Process itu sendiri, perlu dijelaskan mengenai tingkah laku state itu sendiri yaitu:
Bagaimana kator pembuat keputusan mendefinisikan situasi yang dihadapinya?
Sumber-sumber potensial dari tindakan suatu state yang ditemukan di setting pembuat keputusan tersebut.
Snyder kemudian membangun suatu frameworks Decision Making yang terdri dari berbagai faktor. Framework ini secaea eksplisit menekankan persepsi sebagai bagian dari pembuat keputusan dan peran dari pengaruh non-pemerintah dalam prose membuat kebijakan luar negeri suatu state. Faktor individu dan kelompok, proses organisasi dan politik birokrasi sangat penting sekali dalam Decision Making Process ini.
Asumsi Dasar Pluralisme
Kaum pluralis menganggap bahwa studi dalam Hubungan Internasional bukan hanya pada hubungan antara negara-negara saja, karena dalam Hubungan Internasional didalamnya terdapat pula hubungan antara masyarakat, kelompok-kelompok, dan organisasi-organisasi yang berasal dari negara berbeda atau lintas batas internasional. Hubungan kerja sama yang coba diciptakan kaum pluralis ternyata menguntungkan ketimbang gengsi militer para kaum realis. Oleh karena itu Viotti dan Kauppi berasumsi mengenai dasar-dasar Pluralisme yaitu:
Non-state actor adalah faktor utama dalam world politics
Misalnya organisasi internasional, non-governmental organization seperti Multinational Coorperation (MNC) yang mempunyai peran penting dalam world politics.
State bukan unitary actor
State terdiri dari berbagai individu, kelompok kepentingan, dan birokrasi yang saling berinteraksi satu sama lain yang dimana didalamnya juga terdapat berbagai kepentingan.
State’s behavior selalu rasional
Hal ini merupakan tantangan terhadap asumsi Realis yang menyatakan bahwa state adalah rational actor. Aktor bisa bertingkah laku irrasional karena keputusan suatu state merupakan hasil interaksi berbagai pihak seperti individu, kelompok kepentingan, dan birokrasi.
Agenda atau isu-isu dalam Hubungan Internasional
Pluralis menganggap bahwa isu-isu ekonomi, sosial , dan ekologi lebih penting ketimbang isu keamanan nasional, seiring dengan berkembangnya interdependensi di antara state dan society pada abad ke-20. Para kaum pluralis menganggap bahwa isu sosioekonomi lebih penting daripada masalah keamanan.
Pada dasarnya dasar-dasar dari Pluralisme tidak jauh berbeda dengan liberalisme, karena konsep dasar Pluralisme itu sendiri merupakan perkembangan dari dua tema besar, yaitu konsep Liberalisme sebagai filsafat politik dan konsep Liberalisme Kelompok Kepentingan sebagai suatu pendekatan untuk mempelajari politik domestik.
Non-state actor adalah faktor utama dalam world politics
Misalnya organisasi internasional, non-governmental organization seperti Multinational Coorperation (MNC) yang mempunyai peran penting dalam world politics.
State bukan unitary actor
State terdiri dari berbagai individu, kelompok kepentingan, dan birokrasi yang saling berinteraksi satu sama lain yang dimana didalamnya juga terdapat berbagai kepentingan.
State’s behavior selalu rasional
Hal ini merupakan tantangan terhadap asumsi Realis yang menyatakan bahwa state adalah rational actor. Aktor bisa bertingkah laku irrasional karena keputusan suatu state merupakan hasil interaksi berbagai pihak seperti individu, kelompok kepentingan, dan birokrasi.
Agenda atau isu-isu dalam Hubungan Internasional
Pluralis menganggap bahwa isu-isu ekonomi, sosial , dan ekologi lebih penting ketimbang isu keamanan nasional, seiring dengan berkembangnya interdependensi di antara state dan society pada abad ke-20. Para kaum pluralis menganggap bahwa isu sosioekonomi lebih penting daripada masalah keamanan.
Pada dasarnya dasar-dasar dari Pluralisme tidak jauh berbeda dengan liberalisme, karena konsep dasar Pluralisme itu sendiri merupakan perkembangan dari dua tema besar, yaitu konsep Liberalisme sebagai filsafat politik dan konsep Liberalisme Kelompok Kepentingan sebagai suatu pendekatan untuk mempelajari politik domestik.
Langganan:
Komentar (Atom)